pencarian

tinjauan atas penyampaian surat pemberitahuan tahunan wajib pajak orang pribadi secara electronic filing (e-filing) tahun pajak 2014 di KPP pratama palembang ilir timur




TINJAUAN ATAS PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI SECARA ELECTRONIC FILLING (E-FILLING) TAHUN PAJAK 2014
DI KPP PRATAMA PALEMBANG ILIR TIMUR




RAHMAT ANDRIANSA
131020300123/910222693



PROGRAM ON THE JOB TRAINING (OJT) PEGAWAI BARU
KPP PRATAMA PALEMBANG ILIR TIMUR
KANWIL DJP SUMATERA SELATAN DAN KEP. BANGKA BELITUNG
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2015



Pada hari ini tanggal ....... bulan .................... tahun …….
Mengesahkan,



..................................................
   SURHANUDIN, S.E.
   NIP. 195812021986071001
                                KEPALA SEKSI PELAYANAN




Menilai,
(Lemah – Sedikit Lemah – Biasa – Sedikit Kuat – Kuat)




 






DAFTAR ISI
B. Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan. 2



PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus mengembangkan cara bagaimana agar penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) semakin mudah dan efektif. Salah satunya adalah dengan penyampaian SPT Tahunan orang pribadi formulir 1770s atau 1770ss melalui electronic filling (e-filling).
e-filling adalah suatu cara penyampaian SPT Tahunan secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website DJP (www.pajak.go.id) atau penyedia jasa aplikasi atau Application Service Provider (ASP),dalam hal ini penulis hanya membatasi pada tinjauan atas penyampaian SPT bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang penyampaiannya melalui website tersebut.
Tata cara penyampaian SPT Tahunan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi diatur dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-1/PJ/2014. Peraturan Direktorat Jenderal Pajak tersebut juga menghapus PER-39/PJ/2011 tentang tata cara penyampaian SPT Tahunan bagi Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi Tahunan formulir 1770s atau 1770ss.
Dalam praktiknya, walaupun mempermudah Wajib Pajak dalam menyampaikan SPT Tahunan, tidak jarang ditemukan beberapa kendala dalam pelaporan tersebut, sehingga diperlukan beberapa hal untuk lebih mempermudah WP dalam menyampaikan SPT Tahunan nya secara electronic filling (e-filling) melalui website DJP (www.pajak.go.id). 

Kondisi ideal WP untuk menyampaikan SPT Tahunan secara e-filling adalah tersedianya jaringan internet, WP memiliki electroning Filing Identification Number (e-FIN), WP memiliki electronic mail (e-mail), adanya bukti potong dari perusahaan tempat WP bekerja, serta computer atau smartphone.
Jaringan internet berfungsi agar WP bisa masuk ke website DJP (www.pajak .go.id) tempat dimana SPT Tahunan secara e-filling bias dilaporkan.
e-FIN bisa didapat dengan cara WP mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dalam hal ini KPP Pratama Palembang Ilir Timur. WP harus mengisi formulir permohonan e-FIN serta melampirkan fotokopi kartu identitas, fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan surat kuasa khusus bermaterai dalam hal WP menguasakan pembuatan e-FIN-nya kepada orang lain.
e-mail berfungsi sebagai perantara antara website DJP dan WP sendiri. Login pertama kali hanya bisa dilakukan melaui inbox atas registrasi yang Anda lakukan. Selain itu kode verifikasi untuk mengirimkan SPT Tahunan dan Bukti Penerimaan elektronik (bukti bahwa Anda telah menyampaikan SPT Tahunan) juga akan dikirim ke e-mail.
Bukti Potong atau formulir 1721-A1 atau A-2 juga sangat berperan dalam penyampaian SPT Tahunan secara e-filling. Bukti Potong tersebut biasanya diberikan oleh pemberi kerja Anda, atau Anda bisa memintakan bukti tersebut ke tempat Anda bekerja.Bukti Potong akan digunakan sebagai dasar penghitungan SPT Tahunan Anda.
Komputer atau smartphone berfungsi untuk menyambungkan Anda ke website DJP (www.pajak.go.id), sebab melalui website tersebutlah penyampaian SPT Tahunan bagi WP Orang Pribadi yang menggunakan formulir 1770ss atau 1770s bisa disampaikan secara e-filling.

Laporan ini dibuat pada saat musim pelaporan SPT Tahunan tahun pajak 2014 yang dilaporkan pada tahun 2015, sehingga yang menjadi tolak ukur pembahasannya juga berkaitan dengan kondisi saat penyampaian SPT Tahunan bagi WP Orang Pribadi yang menggunakan formulir 1770ss atau 1770s secara e-filling di KPP Pratama Palembang Ilir Timur.
Kondisi saat ini sebenarnya sistem pelaporannya sudah baik, para petugas sudah berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik, hal ini terbukti dengan  WP yang belum memiliki e-FIN dibantu untuk memiliki e-FIN, WP yang tidak memiliki fotokopi kartu identitas dibantu oleh petugas dengan memfotokopikan kartu identitasnya sebagai kelengkapan permohonan untuk memiliki e-FIN, WP yang tidak tahu cara menyampaikan SPT Tahunan secara e-filling dibimbing oleh para petugas, diajari bagaimana cara menyampaikannya, bagi WP yang belum memiliki e-mail, dibuatkan e-mail nya dan perlu diketahui semua pelayanan tersebut diberikan secara gratis sebagai salah satu wujud modernisasi di tubuh DJP. Hanya saja masih terdapat beberapa kendala yang menghambat berbagai kemudahan yang sudah diberikan tersebut, walaupun sebenarnya kendala yang ada tidak berdampak terhadap target panyampaian SPT Tahunan bagi WP Orang Pribadi yang diberikan kepada KPP tersebut.
    
Sasaran penulisan laporan ini ditujukan sebagai salah satu sarana untuk memberi masukan kepada KPP Pratama Palembang Ilir Timur tentang penyampaian SPT Tahunan orang pribadi formulir 1770s atau 1770ss melalui electronic filling (e-filling) bisa dilakukan sendiri oleh WP tanpa harus lagi datang dan mengantre di KPP tersebut. Selain itu, penulisan laporan ini juga untuk memenuhi tugas akhir program On The Job Training (OJT)  di KPP Pratama Palembang Ilir Timur.
PEMBAHASAN

Kendala-kendala yang timbul saat penyampaian SPT Tahunan bagi WP Orang Pribadi yang menggunakan formulir 1770ss atau 1770s secara e-filling di KPP Pratama Palembang Ilir Timur, diantaranya:
1.    WP banyak yang belum tahu mengenai e-filling tersebut walaupun sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2014 lalu,
2.    WP masih banyak yang belum memiliki e-mail,
3.    Akses internet cenderung masih kurang cepat,
4.    Jumlah komputer yang tersedia masih kurang banyak, saat pelaporan tersebut KPP tersebut menggunakan delapan Komputer,
5.    Website DJP tak jarang down, sehingga website tidak dapat diakses,
6.     Banyak WP yang ternyata bukan melaporkan miliknya sendiri,
7.    Petugas yang bertugas menyaring apakah WP tersebut bisa melaporkan SPT Tahunannya secara e-filling hanya satu orang, sementara WP sangat banyak,
8.    Saat menunggu, sebenarnya WP yang memiliki smartphone bisa mencoba sendiri menyampaikan sendiri SPT Tahunannya jika tersedia petunjuk yang jelas bagaimana cara menyampaikannya.


B. Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan
Penulis akan mencoba membahas satu persatu penyebab timbulnya permasalahan diatas, Pembahasan akan dimulai dari permasalahan yang pertama, yaitu WP banyak yang belum tahu mengenai e-filling. menurut penulis, penyebabnya adalah kurangnya sosialisasi mengenai pelaporan SPT Tahunan bagi WP Orang Pribadi secara e-filiing.
Kedua, WP masih banyak yang belum memiliki e-mail. Menurut penulis, penyebabnya adalah kebanyakan WP mayoritas adalah tidak menggunakan e-mail.
Ketiga, akses internet cenderung masih kurang cepat. Menurut penulis, penyebabnya adalah masih bergabungnya jaringan internet untuk komputer yang khusus berfungsi untuk menerima SPT Tahunan secara e-filling dengan computer lainnya.
Keempat, Jumlah komputer yang tersedia masih kurang banyak, menurut penulis ini disebabkan oleh tren pelaporan SPT, yang mana hanya banyak pada saat batas akhir pelaporan, sebab menurut pengalaman penulis, saat jauh-jauh hari, hanya ada sedikit WP yang melaporkan SPT Tahunannya.
Kelima, website DJP tidak bisa diakses. Menurut penulis hal ini sangat wajar, mengingat tren pelaporan diatas, tentunya server bisa saja down sesaat.
Keenam, banyak WP yang ternyata bukan melaporkan miliknya sendiri. Menurut penulis hal ini disebabkan banyaknya konsultan gelap yang melaporkan SPT Tahunan orang yang bersangkutan, serta mungkin saja yang bersangkutan mungkin sedang sibuk.

Maaf tulisan ini tidak saya selesaikan, ternyata laporan tersebut tidak memenuhi syarat karna tidak ada SOP yang mengaturnya, daripada saya hapus mending saya upload., hhee… tulisan yang dibawah adalah contoh dari penulis sebelumnya yang belum sya rubah
PENUTUP

       Berdasarkan hasil pembahasan dan uraian permasalahan, penulis menyimpulkan bahwa tata cara pelaksanaan penelitian dan analisis kepatuhan material wajib pajak di KPP Pratama Palembang Ilir Timur sudah sesuai dengan SOP. Hanya saja, dalam  prakteknya, masih banyak terdapat kendala-kendala yang dihadapi seorang Account Representative. Permasalahan tersebut di antaranya pengalokasian jumlah wajib pajak yang sangat banyak kepada seorang Account Representative, banyaknya tugas yang diemban Account Representative, selain itu respon wajib pajak yang kurang kooperatif juga merupakan permasalahan utama dalam penelitian dan analisis kepatuhan material wajib pajak ini.

       Dari permasalahan-permasalahan yang dibahas pada bab sebelumnya, penulis bermaksud untuk memberikan beberapa saran untuk solusi dari masalah tersebut, di antaranya :
1.    Pemecahan Seksi Pengawasan dan Konsultasi menjadi dua seksi, yaitu Seksi Pengawasan dan Seksi Konsultasi. Masing-masing seksi ini, memiliki tugas yang berbeda, tetapi saling berkaitan. Seksi Pengawasan bertugas untuk memperhatikan kepatuhan wajib pajak dan penggalian potensi. Sedangkan Seksi Konsultasi bertugas untuk melayani konsultasi wajib pajak dan menyelesaikan permohonan-permohonan administrasi wajib pajak. Dengan ini, penulis berharap kerja masing-masing seksi ini dapat dioptimalkan sehingga dapat mengamankan penerimaan pajak dan pemberian pelayanan prima tetap dilakukan.
2.    Memaksimalkan fungsi helpdesk, sehingga untuk wajib pajak yang menanyakan permasalahan terkait ketentuan umum perpajakan atau informasi perpajakan yang bersifat umum tidak harus menemui Account Representative.
3.    Penambahan jumlah Account Representative dan juga fungsional pemeriksa sehingga seluruh wajib pajak dapat diteliti kepatuhan materialnya dan dapat dilanjutkan dengan proses pemeriksaan.
4.    Adanya sistem reward and punishment yang diterapkan untuk menumbuhkan motivasi kerja kepada Account Representative.
5.    Peningkatan kegiatan sosialisasi terhadap wajib pajak mengenai kewajiban mengisi dan melaporkan SPT dengan benar serta sanksi dan tindakan tegas sebagai dampak apabila wajib pajak tersebut tidak patuh.

1 Response to "tinjauan atas penyampaian surat pemberitahuan tahunan wajib pajak orang pribadi secara electronic filing (e-filing) tahun pajak 2014 di KPP pratama palembang ilir timur"

  1. gak jelas,, gak jelas wkakak
    udah baca serius rupanya tulisan salah karna g ada SOP nya wakak

    BalasHapus